Cipto Junaedy 3 Hal
CIpto Junaedy -Kalau kita mau membuka bisnis, hal pertama yang palig menghabiskan uang tentu saja adalah tempat atau propertinya. Maka, kita sering mendengar keluhan seperti ini, "Aduh, sebenarnya laba bisnisku besar, tapi kok nggak berasa ya..." Pikir punya pikir,ternyata, laba bisnis yang besar itu dipakai untuk membayar properti.
Contohnya, kalau kita buka usaha di mall. Mungkin laba yang kita peroleh banyak, tapi ternyata sebagian besar tersedot untuk membayar sewa atau pembelian kios.
Itulah sebabnya, kalau jalan-jalan di mal, Anda akan menyaksikan betapa satu tempat sering gonta-ganti usaha. Tidak hanya di mal, hal yang sama juga terjadi di banyak ruko yang sering kita lewat. Laba mereka, meskipun banyak, tergerus untuk membayar sewa atau utang pembelian ruko.
Hal kedua yang paling banyak menghabiskan uang adalah modal bisnis. Entah berdagang, bikin pabrik, atau lainnya, kita butuh modal bisnis. Tidak terkecuali bisnis di bidang jasa. Siapa bilang bisnis jasa tidak butuh modal? Ingat, dalam membeli dan membangun bisnis dan franchise tanpa uang tanpa utang, bukan berarti bisnisnya tidak butuh uang. Kalau tidak butuh uang, tidak perlu pakai strategi!
Ini sama dengan urusan membeli properti tanpa uang tanpa utang. Kalau sudah membaca buku pertama dan kedua saya, Anda tentu akan memahaminya. Membeli properti tanpa uang bukan berarti mendapat properti gratis atau diberi oleh mertua atau orangtua.
Begitu pula membeli bisnis dan franchise tanpa uang bukan berarti kita mencari bisnis yang tidak membutuhkan uang. Membangun bisnis yang modelnya seperti MLM (multi level marketing) atau yang bentuknya seperti internet marketing pun butuh modal, apalagi bisnis pabrikan, perdagangan, atau jasa. Misalnya kalau berdagang, Anda perlu menyediakan modal untuk barang dagangannya. Kalau berbisnis jasa, Anda perlu modal untuk membayar tenaga ahli. Sedangkan kalau membikin pabrik, Anda membutuhkan modal untuk mesin dan bahan baku.
Jadi, apapun jenis usaha Anda pasti membutuhkan modal. Dan modal bisnis pasti menyedot uang Anda. Coba perhatikan berbagai bisnis yang baru dibuat. Banyak bisnis gagal bertahan pada tiga tahun pertama. Jangankan pada tiga tahun pertama, pada satu tahun pertama atau kedua saja sangat berat. Mungkin dari 1.000 bisnis, hanya sepersekian saja yang bisa melewati tahun pertama, dan yang berhasil melewati tahun kedua, jumlahnya lebih kecil lagi. Setelah tahun ketiga, sebagian baru kelihatan stabil.
Kenapa bisa begitu ? Sebab, tiga tahun pertama itulah yang paling banyak menyedot uang. Pendapatan belum stabil, tapi modal tergerus. Istilahnya, kalau begitu terus, mereka bisa kehabisan napas. Inilah yang sering membuat banyak bisnis mati di tengah jalan. Karena itu,Anda perlu menyadari bahwa hal kedua yang paling banyak menghabiskan uang dalam bisnis adalah modal bisnis.
Lalu, hal ketiga yang paling banyak menghabiskan uang dalam bisnis adalah peralatan. Nah, hal ini tergantung pada jenis bisnisnya. Kalau bicara pabrik, peralatan yang paling menyedot uang tentu adalah mesin. Di bisnis yang bergerak di bidang medis, ya peralatan laboratoriumnya. Tapi, salah satu peralatan yang umumnya selalu menyedot modal adalah alat transportasi atau mobil. Entah itu biaya untuk sewa atau biaya membeli mobil.
Jadi, tiga hal yang paling banyak menghabiskan uang dalam bisnis adalah:
1. Membeli properti
2. Modal bisnis
3. Membeli peralatan/alat transportasi/mobil
( "ketiga-tiganya bisa dipenuhi tanpa uang dan tanpa utang" )
Nah, bagaimana cara agar kita bisa memenuhi ketiga hal tersebut tanpa uang tanpa utang ? Ini tidak sama dengan meminta duit kepada orangtua atau mertua! Ini jelas salah. atau, juga bukan berarti mengirit-irit modal bisnis. Misalnya, kalau Anda membuka restoran, lampunya diganti lilin, kursinya diganti dengan lesehan, dan sebagainya.Itu namanya ngirit, bukan tanpa uang. Kalau kita sunat-sunat seperti itu, misalnya ketika mau bikin pabrik, supaya tidak pakai uang,salah-salah Anda malah begini, "ya sudah, membuat barangnya nggak usah pakai mesin. Pakai tangan saja. Dan, supaya hemat, tangannya pinjam tangan teman saja." Hehehehe... Jelas tidak mungkin begitu, kan ?
Jadi, Anda jangan salah pengertian. Bisnis tanpa uang bukan berarti ngirit. Banyak orang mengkalim begini, "Siapa bilang bisnis itu harus pakai modal." Atau, "ayo berbisnis. Supaya resiko kita rendah, ayo kita lakukan dengan modal kecil.'
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu kelihatannya wajar-wajar saja.Tapi, kalau dilihat lebih jauh, mereka punya arah yang sangat berlainan dengan arti tanpa uang. Misalnya, untuk jualan es campur, mereka mungkin berpikir, untuk mangkoknya kita cukup memakai yang sederhana saja, dan bahkan kalu bisa, meminjam milik teman. Jelas bukan itu arah dari arti tanpa uang dalam ajaran saya. Membeli bisnis dan franchise tanpa uang tanpa utang bukan berarti kita ngirit atau menyunat modal bisnis dan juga bukan membeli bisnis dan franchise gratis.
"Oke, Pak Cipto. Bagaimana saya bisa memenuhi tiga hal yang paling banyak menghabiskan uang dalam bisnis tanpaunag tanpa utang?"
Jawbannya sederhana: Gunakan strategi. Dan, saya akan menguraikannya nanti dalam posting berikutnya. Sekali lagi, saya ingatkan, membeli bisnis dan franchise tanpa uang tanpa utang bukan urusan membeli pisang goreng. Membangun bisnis pakai uang saja butuh proses, apalagi membangun atau membeli bisnis dan franchise tanpa uang tanpa utang!
Comments
Post a Comment